1. Drs Syamsudin ,Lc
2. Danang Kumoro Jati , S.Sos
3. Sri Lestari
4. Miftakul Muhtadin , SP
5. Danang Haryono
6. Elly Martiana
7. Waroto
8. Ana Sriwotanti
9. Sugianto
10. Umi MahmudahSIMPATISAN Partai Keadilan Sejahtera (PKS)PONOROGO Website : http://www.Simpatisan-pks-ponorogo.blogspot.com Email : pks.ponorogo@yahoo.co.id
1. Drs Syamsudin ,Lc
2. Danang Kumoro Jati , S.Sos
3. Sri Lestari
4. Miftakul Muhtadin , SP
5. Danang Haryono
6. Elly Martiana
7. Waroto
8. Ana Sriwotanti
9. Sugianto
10. Umi Mahmudah
1. MOH. AGUS SETIAWAN
2. AKHMAD MARSUDIN, S.Pd.I
3. TATIK HANDAYANI, S.Si.Apt.
4. EDY SUPARNI S.Pd
5. H. SUPRIONO MUSLICH
6. DWI KUNCOROWATI, S.Pd
7. IMROATUS SHOLIHAH, S.Pd.I
8. MUKLIS ISNGADI
9. KOMARI, S.Ag.
Syaefudin Simon
Siapa kenal Nurmahmudi Ismail, Hidayat Nurwahid, atau Tifatul Sembiring sebelum mereka memimpin PKS? Mereka baru dikenal dan menjadi tokoh popular setelah PKS mengusungnya. PKS tampaknya cenderung menghindari hal yang sebaliknya: mendompleng popularitas tokoh-tokoh luar untuk mempopulerkan partai.
Logika di atas hampir 100 persen diterima oleh partai-partai "konvensional" yang akan berlaga dalam Pemilu 2009 nanti. Popularitas seseorang menjadi jaminan untuk diterima sebagai calon legislator. Bahkan sejumlah partai seperti PAN, PKB, dan PDIP berburu calon legislator populer atau selebriti, seperti dari kalangan artis, tokoh agama, penulis, pebisnis, intelektual, dan lembaga swadaya masyarakat.
Barangkali itulah sebabnya Inu cukup pede melamar PKS. Tapi sayang, PKS punya pandangan yang berbeda dengan partai-partai lain.
Tak sedikit pemimpin partai yang seakan menjadi "godfather"--bisa mengatur penempatan calon legislator, baik di lembaga legislatif maupun eksekutif, sesuai dengan keinginannya atau keinginan segelintir orang tanpa perlu memutuskannya dalam rapat partai. Ini terbukti dari banyaknya partai yang dengan senang hati menerima dan menghargai "kutu loncat" dan menempatkan sang kutu loncat pada posisi yang terhormat di partai.
Mereka, para kutu loncat itu, dihargai karena faktor ketokohan, popularitas, dan finansialnya. Hal-hal seperti inilah yang sering kadang merusak nama partai di kemudian hari. Sejumlah anggota legislatif yang tertangkap KPK karena kasus suap, misalnya, banyak di antaranya para kutu loncat.
Saat ini, di saat bangsa Indonesia rindu pada pembangunan sistem yang bersih dari korupsi, bukan tidak mungkin masyarakat, termasuk yang nonmuslim, cenderung bersimpati kepada PKS pada pemilu mendatang, karena tertarik kepada pembangunan sistem pengkaderan dan mekanisme early warning-nya terhadap korupsi. Namun, jika sekali saja PKS gagal menjaga kredibilitasnya di masyarakat, partai kader ini pun akan ambruk dan hanya menjadi cemoohan orang. Semoga hal terakhir ini tidak akan terjadi!*
Syaefudin Simon,mahasiswa Program Magister Ekonomi Universitas Trisakti, Jakarta“Setiap caleg yang didaftarkan telah melewati dua tahap seleksi yang kuat. Pertama seleksi moral, dan kedua seleksi kompetensi.” Ujar Anis Matta di gedung KPU siang tadi (19/8).
PK-Sejahtera Online: Hari ini PKS menyerahkan daftar calon legislatif untuk DPR Pusat pada pukul 12.00 WIB. Daftar Caleg diserahkan oleh Sekjen, sekaligus ketua Tim Pemenangan Pemilu PKS, Anis Matta, dan diterima oleh anggota KPU Syamsul Bahri. Daftar caleg tersebut terdiri dari 373 Laki-laki dan 200 perempuan (34,9%). Sekitar 80% berusia 30-45 tahun. Anis Matta menyerahkan 12.033 berkas dokumen dari 573 caleg yang didaftarkan yang dikemas dalam dua belas kotak plastik besar.Turut mendampingi sekjen, hadir pula para wakil sekjen, para ketua wilda, ketua Badan Humas DPP PKS, Mabruri, Ketua Bidang Pembinaan Kader, Ahmad Zainudin, dan ketua bidang Pembinaan Pemuda, Ahmad Faradis.
Ketika ditanyakan tentang caleg dari kalangan artis, Mardani mengatakan bahwa bagi PKS, selain popularitas, aspek lain yang lebih penting sebagai prioritas adalah kualitas dan kompetensi caleg.“Setiap caleg yang didaftarkan telah melewati dua tahap seleksi yang kuat. Pertama seleksi moral, dan kedua seleksi kompetensi. insya Allah bebas dari korupsi” jelas Anis Matta.
Selain memenuhi syarat yang diminta KPU, caleg PKS juga wajib menandatangani JANJI SETIA yang terdiri dari 5 poin. Diantaranya menjaga integritas moral, menghindari pendapatan yang haram atau syubhat, tidak melakukan korupsi dan melakukan pola hidup sederhana.
sumber : pks pusat
baca selanjutnya..
Untuk mewujudkan Indonesia Baru yang lebih baik!
* Anda tertantang Memimpin? Mari bergabung dalam jaring Pemimpin Muda
* Sisihkan dana Anda untuk kampanye PKS.
* Beritahu tentang PKS kepada kenalan Anda.
# Ajaklah semua yang Anda jumpai untuk coblos PKS pada 9 April 2009. Banyak alasan pilih PKS.